Tepung Terigu, Si Putih Kaya Manfaat Berprotein Tinggi

manfaat tepung terigu  Tepung Terigu, Si Putih Kaya Manfaat Berprotein Tinggi manfaat tepung terigu

SolusiPedia.net Tepung terigu merupakan salah satu komoditi yang kebutuhannya seringkali naik turun. Berdasarkan data yang dirilis oleh Aptindo sendiri konsumsi tepung terigu secara nasional mengalami sempat mengalami peningkatan pesat pada tahun 2016 dimana tumbuh sekitar 7%, meski dua tahun berikutnya selalu mengalami penurunan.

Food and Agriculture Organization (FAO) sendiri mengklaim setidaknya ada 675.1 juta ton gandum yang diproduksi setiap tahunnya. Dari sebanyak itu sebagian besar diolah menjadi tepung terigu yang mana digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri roti dan industri lainnya.

Tingginya permintaan akan tepung terigu semakin terlihat ketika banyak perusahaan yang bersaing dalam membangun flour mills sendiri. Hingga saat ini setidaknya ada 6 lebih perusahaan yang bersaing secara kompetitif dalam memproduksi tepung terigu.

Pesona Tepung terigu memang tak terelakkan, Hal ini karena terigu menjadi salah satu alternatif pangan yang mengandung karbohidrat. Terigu bisa diolah menjadi beragam makanan yang menyehatkan mengingat kandungan proteinnya yang berada pada kisaran 8-13%.

Menurut Gisslen (2013) Tepung terigu adalah salah satu bahan pembuatan beragam produk pastry. Sementara itu Bogasari (2011) mengatakan bahwa tepung terigu merupakan tepung yang berasal dari biji gandum melalui proses penggilingan yang kemudian dikembangkan menjadi beragam produk konsumsi seperti mie, biskuit dan beragam lainnya.

Jenis Tepung Terigu

Sekilas mungkin terlihat sama saja, akan tetapi sebenarnya tepung terigu memiliki beberapa jenis. Perbedaan karakteristik tepung terigu sendiri dipengaruhi oleh kualitas gandum, proses penggilingan dan lokasi tumbuh.

Saat ini sendiri di pasaran, Tepung terigu tersedia dalam tiga jenis yang dibedakan berdasarkan kandungan proteinnya.

  1. Terigu Protein rendah

    Terigu jenis ini biasanya digunakan dalam membuat adonan kue kering seperti misalnya nastar, serta aneka resep kue kering lainnya.

  2. Terigu Protein Sedang

    Kandungan protein pada tepung jenis ini sekitar 10-11%. Tepung ini memang masih bisa digunakan dalam pembuatan kue kering, akan tetapi lebih sering digunakan dalam pembuatan kue seperti cake, donat atau lainnya dengan karakteristik sedikit mengembang.

  3. Terigu protein tinggi

    Selama ini tepung terigu protein tinggi memang identik dengan pembuatan roti, mie dan sejenisnya. Hal ini karena terigu jenis ini memiliki kandungan protein sekitar 11-13% dan cenderung membuat adonan mengembang.

Proses pembuatan

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai proses pembuatan tepung terigu, ada baiknya kita mengenal membahas bagian yang ada pada gandum. Menurut Gisslen (2013) Gandum memiliki tekstur yang keras dan terbagi menjadi tiga bagian, yakni:

  • Bran
    Bran merupakan kulit terluar dalam setiap bulir gandum, warnanya cenderung lebih gelap dibanding bagian dalamnya. Meski mengandung vitamin B, protein serta mineral dalam pembuatan tepung terigu bagian ini biasanya dibuang.
  • Germ
    Secara kandungan mirip dengan bran, yang membedakan adalah posisinya. Germ merupakan daerah dimana nantinya muncul tunas baru jika biji gandum tersebut ditanam.
  • Endosperm
    80% dalam sebulir gandum merupakan endosperma. Dimana pada bagian ini setidaknya ada kandungan protein, pati dan air. Bagian ini pula yang nantinya akan diubah menjadi tepung.
Baca Juga:  Beli Paket Data yang Mudah dan Murah Disaat Darurat

1. Proses penggilingan dan penyaringan

Proses pertama dalam pembuatan tepung terigu adalah penggilingan. Proses ini bertujuan untuk memisahkan antara endosperma dengan bran dan germ sebelum akhirnya dilakukan penggilingan kembali endosperma berulangkali hingga menjadi tepung.

2. Proses Penambahan Nutrisi

Proses penghilangan bran dan germ pada bulir gandum secara tidak langsung membuat kandungan nutrisi baik berupa mineral maupun vitamin didalamnya berkurang. Oleh karena itu biasanya dilakukan penambahan nutrisi dalam pembuatan tepung terigu.

3. Proses Aging dan Bleaching

Meski sudah berbentuk tepung bukan berarti tepung terigu ini sudah siap pakai. Warna tepung biasanya masih kekuningan dan belum elastis ketika digunakan untuk membuat adonan. Oleh karena itu perlu didiamkan selama beberapa waktu. Oksigen akan membantu dalam mematangkan protein sehingga tepung terigu akan menjadi lebih kuat dan elastis, selain itu oksigen juga bisa memudarkan warna kekuningan pada tepung.

Dalam penetuan kualitas tepung terigu diperlukan analisa karakteristik secara kimia dan fisik. Karakteristik kimia sendiri meliputi kadar air, kadar abu, protein dan gluten.

Kadar air digunakan sebagai standar dalam penggilingan. batas aman kadar air dalam tepung adalah kisaran 14,5%. Semakin tinggi kadar air maka akan semakin mempengaruhi umur dari tepung itu sendiri karena bisa menyebabkan penurunan kualitas. Tepung yang lembab memicu tumbuhnya jamur serta bakteri sehingga umur tepung jadi lebih pendek.

Proses penggilingan juga sangat mempengaruhi kadar abu pada tepung. Semakin tinggi kadar abu maka akan berdampak pada hasil akhir dari pengolahan tepung itu sendiri sehingga terkadang menyebabkan tepung menjadi lebih gelap.

Baca Juga:  Cara Membuat Blogger Mudah dan Gratis

Gluten merupakan komponen pada tepung yang terdiri dari protein yang tidak larut dalam air. Gluten pula yang biasanya berguna dalam pembentukan struktur roti karena berperan dalam hal elasitas.

Kualitas dari gluten sendiri bisa dilihat ketika proses penggilingan, pelipatan dan pembentukan adonan, selain itu juga bisa dilihat ketika proses pemanggangan.

Manfaat Tepung terigu

Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan bergam olahan makanan yang menggunakan tepung terigu sebagai bahan utamanya, namun sebenarnya tepung terigu juga bisa berguna dalam berbagai macam hal lainnya seperti berikutnya

pengertian dan sifat tepung terigu  Tepung Terigu, Si Putih Kaya Manfaat Berprotein Tinggi pengertian dan sifat tepung terigu

1. Pembersih logam

Salah satu kelemahan barang yang terbuat dari logam adalah mudah terlihat kusam meski sudah sering dilap dengan kain basah, namun sebenarnya ada sebuah teknik dalam membersihkan benda logam agar kembali terlihat bersih yakni dengan menggunakan pasta tepung terigu sebagai pembersihnya. caranya cukup mudah cukup campurkan terigu, cuka dan garam dengan perbandingan 1:1:1 kemudian aduk rata

oleskan pasta tepung terigu ini pada benda logam yang ingin dibersihkan, lalu biarkan beberapa saat baru lap pasta yang sudah mengering tersebut dengan lap yang lembut

2. Sebagai masker wajah

Bukan hanya tepung beras saja yang bisa digunakan sebagai masker wajah, tepung terigu sebenarnya juga bisa digunakan sebagai masker loh!

Caranya campurkan 2 sendok terigu, 1 sendok yoghurt dan bubuk kunyit. masker ini biasanya digunakan pada wajah selama 25 menit atau sampai dirasa cukup kering sebelum kemudian dibilas dengan air hangat.

3. Sebagai Anti lengket

Kulit ikan yang menempel pada wajan saat digoreng kadang memang bikin kesal karena tak jarang membuat tampilannya menjadi kurang enak di pandang.

penambahan tepung terigu ke dalam minyak goreng bisa menjadi sebuah solusi. Selain membuat ikan tak lengket di wajan, tepung terigu juga bisa mengurangi kemungkinan terjadinya cipratan pada minyak.

4. Sebagai shampoo

Salah satu keunggulan tepung terigu adalah daya serapnya, baik terhadap air atau juga minyak. Saat ada acara mendadak dan rambut anda terlihat berminyak. Ambil tepung terigu secukupnya aplikasikan secara merata pada rambut. maka rambut anda kini akan terlihat lebih kering karena minyak mulai terserap ke dalam tepung.

Baca Juga:  Cara Menghilangkan Kutu Rambut secara Alami dan Cepat

5. Pematangan Alpukat

Alpukat yang kurang matang tentu kurang enak ketika disantap, Namun membeli alpukat yang sudah matang membuat kita harus segera menghabiskannya agar tak terbuang sia-sia.

Ada sebuah tips menarik sebenarnya sebagai solusi permasalahan ini. Jika anda mendapatkan alpukat yang belum begitu matang, cukup siapkan semangkuk tepung terigu dan rendam alpukat di dalamnya selama beberapa waktu. Proses pemeraman menggunakan terigu ini memang cukup efektif terhadap buah alpukat

6. Pengusir serangga

Semut dan serangga kecil lainnnya kadang sering muncul di sudut-sudut rumah. kapur semut mungkin bisa jadi solusi, namun pemakaiannya tentu tak bisa sembarangan terlebih jika dirumah ada anak kecil yang sedang aktif bergerak.

taburkan tepung terigu di area-area munculnya semut, cara ini cukup efektif untuk menghalau meski tak sekuat pengaruh kapur semut sebenarnya.

Efek Samping

efek samping tepung terigu  Tepung Terigu, Si Putih Kaya Manfaat Berprotein Tinggi efek samping tepung terigu

Panjangnya proses pembuatan terigu tentu mengorbankan banyak hal salah satunya adalah kandungan terigu itu sendiri. Hilangnya germ dan bran membuat kandungan tepung terigu tak lebih sekedar karbohidrat, kalori dan protein saja.

Hal ini tentu bisa menjadi boomerang bagi para penderita diabetes yang harus mengurangi konsumsi gula. Olahan makanan dari terigu membuat indeks glikemik meningkat sehingga bisa meningkatkan gula darah dalam tubuh dengan cepat. Berbeda dengan tepung gandum yang masih menyertakan germ dan bran sehingga kandungan serat didalamnya masih terjaga.  Kandungan serat bisa menghambat perubahan gula dalam darah.

Sebagaimana yang dirilis oleh dailymail.com, Tingginya kadar gula dalam tubuh juga dipercaya dapat memicu tumbuhnya sel-sel tumor serta kanker. Hal ini dikarenakan sel kanker sangat menyukai gula.

Kandungan gluten dalam terigu memang ibarat pisau bermata dua. Sifatnya yang lengket membuatnya tak ramah pada sistem pencernaan. Belum lagi gluten emang dikenal cukup lama untuk dicerna. Jika karbohidrat biasanya butuh 2 jam, khusus gluten bisa sampai 6 jam sehingga kadang membusuk dan mengganggu pencernaan.

Setelah mengetahui akan efek samping dari gluten, ada baiknya mulai saat ini mulai mengurangi konsumsi tepung terigu dan menggunakan tepung lainnya yang bebas gluten seperti tepung tapioka atau tepung maizena yang juga bisa digunakan dalam aneka resep masakan.

Facebook Comments